Featured

Teknik Fisika ITS

   Teknik Fisika (Engineering Physics ) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari berbagai bidang aplikasi ilmu dasar, ilmu terapan dan pemanfaatan teknologi. Ilmu Teknik Fisika merupakan disiplin ilmu yang memiliki kareakteristik multifacet. Ilmu Teknik Fisika mempelajari tentang aplikasi inter disiplin ilmu fisika dalam bidang rekayasa seperti instrumentasi, energi, fotonik, material, lingkungan, akustik dan lain-lain. Ilmu teknik Fisika akan memberikan pemahaman yang kuat dalam bidang basic science dan basic engineering untuk memecahkan masalah dan menghasilkan karya inovatif dalam bidang teknologi pada saat ini maupun di masa mendatang.


 
   Program pendidikan berbasis keteknikfisikaan diantaranya Teknik Fisika ITB - Bandung, Teknik Fisika ITS - Surabaya, Teknik Fisika UGM - Yogyakarta, Teknik Fisika UNAS - Jakarta, Teknik Fisika IT Telkom - Bandung. Pendidikan Teknik Fisika pertama kali diadakan di ITB Bandung pada tahun 1950-an. Seiring dengan berjalannya waktu, tingkat penyerapan industri di Indonesia semakin tinggi terhadap insinyur sehingga program pendidikan yang sama perlu dibuka ditempat lain yaitu di ITS Surabaya.

   Jurusan Teknik Fisika ITS atau biasa disebut JTF  merupakan suatu program studi Teknik Fisika di ITS yang pada awalnya merupakan salah satu bidang studi di Jurusan Fisika Fakultas Ilmu Pasti dan Alam (FMIPA), yang berdiri pada November 1965. Dalam perkembangannya, sejak tanggal 10 November 1983 bidang studi teknik fisika menjadi sebuah jurusan yang berdiri dibawah Fakultas Teknologi Industri (FTI) - ITS dengan nama Jurusan Teknik Fisika (JTF). Dengan demikian Jurusan Teknik Fisika telah memperoleh peranan penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan industri secara luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, JTF telah memperoleh Akreditasi A (sangat baik) sejak tahun 2006 dan pada tahun 2012 JTF tetap mempertahankan Akreditasi dengan nilai yang sama sejak tahun 2006. yang akan berlaku sampai 2017.


Workshop Metrologi ke-5 tahun 2014 Puslit KIM-LIPI

   Dalam rangkaian acara Pertemuan dan Presentasi Ilmiah KIM (PPI KIM) tanggal 24 - 25 Mei 2014 juga terdapat Workshop Metrologi ke-5. Acara ini berlangsung selama 2 hari, hari pertama dengan tema “Implementasi validasi pada metode non-baku dan metode hasil pengembangan laboratorium untuk pengujian dan kalibrasi”, di narasumberi oleh bapak Donny Purnomo JE, ST (Kepala Bidang Akreditasi Produk, Pelatihan, dan Personel Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi – Badan Standardisasi Nasional (BSN))

Adapun materi yang di sampaikan yaitu :
1. Jenis-jenis metode menurut ISO/IEC 17025 : 2008 dan urgensi pemilihan metode.
2. Pentingnya validasi metode bagi metode non-baku dan metode hasil pengembangan laboratoium, sebagai salah satu jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi.
3. Contoh ketidaksesuaian pemilihan metode pengujian dan kalibrasi sering dijumpai pada proses asessmen.
4. Studi kasus validasi metode non-baku dan metode hasil pengembangan laboratoium.
5. Pentingnya Uji Profisiensi antar laboratorium kalibrasi dan Pengujian dan implikasinya pada validasi metode.

  Pada hari kedua diadakan diskusi grup paralel dengan tema “Solusi untuk permasalahan umum seputar metode kalibrasi pada besaran PANJANG, KELISTRIKAN, SUHU dan MASSA”  adapun materi  yang dibahas yaitu tentang :
1. Pengenalan dokumen-dokumen acuan yang dapat digunakan pada masing masing lingkup pembahasan.
2. Memahami isi dan maksud dari kalusul-klausul penting pada dokumen-dokumen acuan tersebut.
3. Bagaimana membuat prosedur kalibrasi yang efektif berdasarkan dokumen-dokumen acuan yang relevan.

PANJANG             :      i. Gauge Block
                                     ii. Mikrometer
KELISTRIKAN     :     i. Tegangan AC/DC
                                     ii. Tahanan
SUHU                     :     i. Oven
                                     ii. Termokopel
MASSA                  :     i. Anak Timbangan dan Timbangan non otomatis
                                     ii. Volumetrik
Narasumber:
PANJANG           :     A.Praba Drijarkara, M.Eng. dan Nurul Alfiyati, M.T.
KELISTRIKAN   :     Anang Chusno, M.T.* dan Agah Faisal, M.Sc.
SUHU                  :     Hidayat Wiriadinata, M.Eng.Sc. dan Aditya Ahmadi, M.T.
MASSA               :     Renanta Hayu K, M.Si.* dan N.T Eka Darmayanti M.Si.



Sumber :

Metode Kalibrasi pada Besaran Massa

   Defenisi Kalibrasi adalah kegiatan dalam kondisi yang telah ditetapkan untuk,pada tahap pertama, menetapkan hubungan antara nilai besaran beserta ketidakpastian pengukuran dari sebuah standar
pengukuran dan penunjukkan terkait beserta ketidakpastian pengukurannya, dan pada tahap kedua, menggunakan informasi tersebut untuk memperoleh hasil pengukuran dari sebuah penunjukkan (International Vocabulary of Metrology – VIM 2008: 2.39)
Hasil kalibrasi dapat berupa :
- penetapan nilai besaran ukur, atau
- penetapan koreksi yang berkaitan dengan penunjukkan alat ukur

Hasil kalibrasi biasanya direkam dalam dokumen yang sering disebut 'Sertifikat Kalibrasi'

   Pengukuran Massa sangat erat kaitannya dengan Timbangan, karena pengukuran massa dengan menggunakan Timbangan, banyak faktor yang mempengaruhi Keakuratan dari hasil timbangan. Oleh karena itu perlu dilakukan Kalibrasi. Kalibrasi tidak hanya dilakukan pada alat ukur namun, alat pengkalibrasi juga harus di kalibrasi, misalnya anak timbangan dsb. Ketidakpastian dari kalibrator ini sangat berpengaruh pada alat yang dikalibrasi.

   Berikut ini adalah materi yang dibahas dalam workshop metrologi ke-5 yang  membahas tentang Pengantar pengukuran massa, Pedoman Kalibrasi dan Evaluasi Ketidakpastian Anak Timbangan, Kalibrasi timbangan Elektronik Non Otomatis dan Perhitungan Evaluasi Ketidakpastian dan Pengantar Volumetric Glassware :

Metode Kalibrasi pada besaran Panjang

    Kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.
   Dengan kata lain kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.(wikipedia)
     Dari Workshop Metrologi ke-5 di dapat solusi untuk permasalahan umum seputar metode kalibrasi pada besaran PANJANG adapun materi  yang dibahas yaitu tentang :
1. Pengenalan dokumen-dokumen acuan yang dapat digunakan pada masing masing lingkup pembahasan.
2. Memahami isi dan maksud dari kalusul-klausul penting pada dokumen-dokumen acuan tersebut.
3. Bagaimana membuat prosedur kalibrasi yang efektif berdasarkan dokumen-dokumen acuan yang relevan.

     Materi yang di sampaikan untuk besaran panjang yaitu seputar Kalibrasi Gauge Block dan Mikrometer, berikut adalah beberapa materi dalam bentuk pdf.
 
1. Penyusunan Dokumen Instruksi Kerja Kalibrasi Bidang Dimensi oleh A. Praba Drijarkara
2. Kalibrasi Balok Ukur oleh A. Praba Drijarkara & Nurul Alfiyati
3. Petunjuk Teknis Kalibrasi Balok Ukur (Gauge Block) oleh Nurul Alfiyati
4. Petunjuk Teknis Kalibrasi Mikrometer oleh A. Praba Drijarkara
          

Metode Kalibrasi pada Besaran Kelistrikan


Kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.
   Dengan kata lain kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.(wikipedia)
     Dari Workshop Metrologi ke-5 di dapat solusi untuk permasalahan umum seputar metode kalibrasi pada besaran KELISTRIKAN adapun materi  yang dibahas yaitu tentang :
1. Pengenalan dokumen-dokumen acuan yang dapat digunakan pada masing masing lingkup pembahasan.
2. Memahami isi dan maksud dari kalusul-klausul penting pada dokumen-dokumen acuan tersebut.
3. Bagaimana membuat prosedur kalibrasi yang efektif berdasarkan dokumen-dokumen acuan yang relevan.

     Materi yang di sampaikan untuk besaran kelistrikan yaitu seputar Pengukuran dan Kalibrasi besaran kelistrikan, berikut adalah beberapa materi dalam bentuk pdf :
 1. Pengukuran Besaran Kelistrikan oleh Agah Faisal 
 2. Kalibrasi Besaran Kelistrikan oleh Anang Chusno Trijanto

Metode Kalibrasi pada Besaran Suhu

   Kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.
  
Materi yang di sampaikan untuk besaran suhu yaitu seputar Termokopel Industri dan Pengujian Oven berdasarkan metoda AS-2853, berikut adalah beberapa materi dalam bentuk pdf :

1. Termokopel Industri Oleh Hidayat Wiriadinata
2. Pengujian Oven Berdasarkan Metoda AS-2853 Oleh Hidayat Wiriadinata

Pertemuan dan Presentasi Ilmiah KIM (PPI KIM)

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3462038400780287394#editor/target=post;postID=6561868160446612665
KIM LIPI Nation Metrology Institutes
    Pada tanggal 24 - 25 Mei 2014 telah diadakan sebuah serangkaian acara Pertemuan dan Presentasi Ilmiah KIM (PPI KIM), Pertemuan dan Presentasi Ilmiah KIM (PPI KIM) merupakan agenda kegiatan tahunan Puslit Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIM LIPI). Dalam usaha untuk memperkuat jaringan metrologi nasional yang erat kaitannya dengan peningkatan kualitas dan inovasi, maka Puslit KIM LIPI bermaksud menyelenggarakan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi ke-40 dengan tema ‘Penguatan Jaringan Metrologi Nasional untuk Peningkatan Kualitas dan Inovasi Produk Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015'.

Masyarakat Ekonomi ASEAN yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN untuk diimplementasikan pada tahun 2015 nanti sebagai salah satu pilar Masyarakat ASEAN yang diharapkan dapat memosisikan ASEAN sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia melalui aliran bebas barang, aliran bebas investasi, aliran bebas modal, kesetaraan pembangunan ekonomi, dan pengurangan kesenjangan sosio ekonomi antar negara-negara anggota ASEAN. Bagi bangsa Indonesia realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan merupakan peluang besar sekaligus tantangan yang berat.

Di dalam konteks pasar tunggal dan basis produksi ASEAN, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi basis produksi terbesar di ASEAN dan juga merupakan pangsa pasar terbesar di ASEAN. Dalam kondisi ini, Indonesia berpotensi untuk dapat mendominasi pasar ASEAN dengan memanfaatkan potensinya, di sisi lain Indonesia juga berpotensi untuk digunakan sebagai tujuan pasar negara ASEAN lainnya terkait dengan jumlah penduduk Indonesia yang terbesar di ASEAN. Penguatan posisi dalam masyarakat ekonomi ASEAN  merupakan pintu untuk dapat mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan globalisasi dan regionalisasi perdagangan, karena ASEAN kemudian juga menyepakati ASEAN-China FTA, ASEAN-Australia-New Zealand FTA, ASEAN-Korea-Jepang FTA, ASEAN-India FTA, dan kemungkinan dengan kerjasama bilateral lainnya yang dipandang potensial untuk memperkuat ekonomi ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN. Keberhasilan untuk memfasilitasi Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk menghadapi regionalisasi perdagangan Asia Pacifc Free Trade Area (AFTA) tahun 2020.

Dalam ASEAN Framework Agreement on MRA, standar, penilaian kesesuaian dan metrologi disepakati menjadi tiga pilar utama untuk memfasilitasi aliran produk secara bebas diseluruh wilayah ASEAN. Ketersediaan jaringan metrologi nasional yang mampu memenuhi kebutuhan penerapan standar dan kegiatan penilaian kesesuaian menjadi pondasi bagi bangsa Indonesia untuk dapat memenuhi ketentuan yang telah disepakati dalam ASEAN Framework Agreement on MRA. Tanpa jaringan metrologi nasional yang kuat yang dapat mencakup seluruh wilayah tanah air, penerapan standar dan kegiatan penilaian kesesuaian di Indonesia tidak akan dapat digunakan untuk memfasilitasi peredaran produk nasional di negara-negara ASEAN lainnya.

Puslit KIM LIPI sebagai pengelola teknis ilmiah SNSU yang menjalankan fungsi lembaga metrologi nasional, beserta laboratorium kalibrasi yang melaksanakan fungsi metrologi industri dan, lembaga metrologi legal yang melaksanakan fungsi pengawasan alat ukur dapat berperan aktif di dalam mensukseskan usaha pemerintah tersebut dengan membentuk infrastruktur metrologi yang kokoh dan sehat karena di dalam penciptaan ataupun inovasi suatu produk yang unggul tidak lepas dari kegiatan pengukuran yang baik dan benar.

Infrastruktur metrologi nasional yang kokoh diperlukan untuk memastikan ketertelusuran pengukuran dalam kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan inovasi dalam rangka peningkatan ekonomi bangsa Indonesia. Kebijakan pelayanan kalibrasi nasional berbasis piramida ketertelusuran yang sehat dengan nama jaringan metrologi nasional telah disepakati dan diterapkan. Dengan sistem ini diharapkan masing-masing elemen dalam infrastruktur metrologi nasional dapat menjalankan fungsinya dengan lebih baik.

Tujuan

1. Membangun sistem komunikasi terpadu untuk memperluas wawasan dalam metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait
2. Menyajikan hasil penelitian dan gagasan mengenai metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait
3. Meningkatkan kemitraan antar pakar , peneliti,  praktisi dan para pemangku kebijakan yang bergerak atau berkepentingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
4. Memicu penelitian dan penerapan metrologi, instrumentasi pengukuran dan ilmu lain yang terkait untuk meningkatkan kualitas dan inovasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015


Sumber :

Ebook Electronic Principle

ebook 
Electronic Principles 7th EdC

Electronic Principles, seventh edition, continues its traditions as a cleary explained, in-depth introduction to electronic semiconductor device and circuits. This textbook is intended for students who are taking their first course, algebra, and some trigonometry.

Electronic Principle provides essential understanding of semiconductor device characteristic, testing, and the practical circuit in whitch they are found. The text provide cleary explained concepts-written in an easy-to-read conversation style-estabilishing the foundation needed for understanding the operation and troubleshooting of electronic system. practical circuit examples and troubleshooting exercises are found throughout the chapters.


Prinsip Elektronik, edisi ketujuh, meneruskan tradisi yang menjelaskan dengan mudah, pengenalan mendalam ke perangkat semikonduktor elektronik dan sirkuit. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa yang sedang mengambil kursus pertama mereka, aljabar, dan beberapa trigonometri.

Prinsip Electronik memberikan pemahaman penting dari karakteristik perangkat semikonduktor, pengujian, dan sirkuit praktis di mana mereka ditemukan. Teks memberikan kemudahan menjelaskan konsep-ditulis dengan mudah dibaca percakapan gaya-estabilishing dasar yang diperlukan untuk memahami operasi dan troubleshooting sistem elektronik. contoh sirkuit praktis dan latihan pemecahan masalah yang ditemukan di seluruh bab.



Download Electronic Principles 7th EdC

Ebook Fundamentals of Microelectronics

Ebook
Fundamentals of Microelectronics - Behzad Razavi


      With the advances in the semiconductor and communication industries, it has become increasingly important for electrical engineers to develop a good understanding of microelectronics.This book addresses the need for a text that teaches microelectronics from a modern and intuitive perspective. Guided by my industrial, research, and academic experience, I have chosen the topics, the order, and the depth and breadth so as to efficiently impart analysis and design principles that the students will find useful as they enter the industry or graduate school. One salient feature of this book is its synthesis- or design-oriented approach. Rather than pulling a circuit out of a bag and trying to analyze it, I set the stage by stating a problem that we face in real life (e.g., how to design a cellphone charger). I then attempt to arrive at a solution using basic principles, thus presenting both failures and successes in the process. When we do arrive at the final solution, the student has seen the exact role of each device as well as the logical thought sequence behind synthesizing the circuit.


      Dengan kemajuan dalam semikonduktor dan komunikasi industri, telah menjadi semakin penting bagi insinyur listrik untuk mengembangkan pemahaman yang baik tentang buku  microelectronics. This memenuhi kebutuhan untuk teks yang mengajarkan mikroelektronika dari perspektif modern dan intuitif. Dipandu oleh industri saya, penelitian, dan pengalaman akademis, saya telah memilih topik, pesanan, dan kedalaman dan luasnya sehingga dapat efisien memberikan analisis dan prinsip-prinsip desain yang siswa akan menemukan berguna saat mereka memasuki industri atau sekolah pascasarjana. Salah satu fitur penting dari buku ini adalah yang sintesis-atau pendekatan desain berorientasi. Daripada menarik rangkaian keluar dari tas dan mencoba untuk menganalisanya, saya mengatur panggung dengan menyatakan masalah yang kita hadapi dalam kehidupan nyata (misalnya, bagaimana merancang sebuah charger ponsel). Saya kemudian berusaha untuk mencapai solusi yang menggunakan prinsip-prinsip dasar, sehingga menyajikan baik kegagalan dan keberhasilan dalam proses. Ketika kita melakukan tiba di solusi akhir, siswa telah melihat peran yang tepat dari masing-masing perangkat serta urutan pemikiran logis di balik sintesis sirkuit.



Measurement and Instrumentation Principles - 3rd Edition

Measurment & Instrumentation Principles
Measurment & Instrumentation Principles - 3rd Edition
        The foundations of this book lie in the highly successful text Principles of Measurement and Instrumentation by the same author. The first edition of this was published in 1988, and a second, revised and extended edition appeared in 1993. Since that time, a number of new developments have occurred in the field of measurement. In particular, there have been significant advances in smart sensors, intelligent instruments, microsensors, digital signal processing, digital recorders, digital fieldbuses and new methods of signal transmission.  Formal standards governing instru- ment calibration procedures and measurement system performance have also extended beyond the traditional area of quality assurance systems (BS 5781, BS 5750 and more recently ISO 9000) into new areas such as environmental protection systems (BS 7750 and ISO 14000). Thus, an up-to-date book incorporating all of the latest developments in measurement is strongly needed. 

      Prinsip Pengukuran dan Instrumentasi edisi pertama ini diterbitkan pada tahun 1988 , dan kedua , edisi revisi dan diperluas muncul pada tahun 1993 . Sejak saat itu , sejumlah perkembangan baru telah terjadi di bidang pengukuran . Secara khusus , telah ada kemajuan yang signifikan dalam sensor cerdas , instrumen cerdas , mikrosensor, pemrosesan sinyal digital , perekam digital , fieldbuses digital dan metode baru transmisi sinyal . Pesatnya pertumbuhan komponen digital dalam sistem pengukuran juga telah menciptakan kebutuhan untuk menetapkan prosedur untuk mengukur dan meningkatkan keandalan perangkat lunak yang digunakan dalam komponen tersebut.  Standartnya yang mengatur prosedur kalibrasi instrumen tersebut dan kinerja sistem pengukuran juga telah melampaui wilayah tradisional sistem jaminan kualitas (BS 5781, BS 5750 dan baru-baru ISO 9000) ke daerah baru seperti sistem perlindungan lingkungan (BS 7750 dan ISO 14000) . Dengan demikian, buku up-to-date menggabungkan semua perkembangan terbaru dalam pengukuran sangat diperlukan.

Download Measurement and Instrumentation Principles - 3rd Edition

www.CodeNirvana.in

Translate

Total Pageviews

Copyright © kata"djank" | Designed By Code Nirvana